INDRAMAYU, Radius102.com – Nomor 100.1.4.4/492.a /Fasgarwas perihal : Audensi Komisi II – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu pada 1 April 2026 melalui Komisi II akan menggelar audiensi penting terkait Program Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 April 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Indramayu, Jalan Jendral Sudirman N0.159.
Audiensi tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari surat yang diajukan oleh Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) tertanggal 4 Maret 2026, yang mengangkat isu revitalisasi tambak di wilayah pesisir Pantura.
Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd., mengundang sejumlah pihak penting untuk hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Indramayu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Kepala Perhutani KPH Indramayu, serta perwakilan dari KOMPI.
Audiensi ini bertujuan untuk membahas secara komprehensif pelaksanaan program revitalisasi tambak yang menjadi bagian dari kebijakan nasional, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat pesisir yang terdampak langsung.
Ketua KOMPI, H. Darsam, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen moral atas aksi sebelumnya. Sementara itu, Bupati Lucky Hakim mengundang perwakilan petambak untuk berdialog terkait program strategis nasional revitalisasi tambak pesisir Pantura. Namun, ajakan tersebut ditolak Pembina KOMPI, H. Juhadi Muhammad, karena tidak disampaikan melalui undangan resmi.
Di sisi lain, audiensi KOMPI dengan DPRD Kabupaten Indramayu sebelumnya menghasilkan dukungan politik. Seluruh fraksi DPRD disebut sepakat meninjau kembali program revitalisasi tambak Pantura yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat.
H. Juhedi didampingi polwan menegaskan penolakan terhadap pengambilalihan lahan tambak produktif dan mendorong alternatif berupa kemitraan antara pemerintah dan masyarakat. Audiensi berakhir dengan kesepakatan bersama untuk menolak program tersebut apabila berdampak negatif bagi petambak.
Aksi koin receh ini menjadi simbol solidaritas sekaligus pesan kuat dari masyarak at pesisir Pantura dalam memperjuangkan hak dan keberlangsungan hidup mereka.
Diharapkan melalui pertemuan ini dapat terbangun sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan elemen masyarakat dalam mendorong keberhasilan program revitalisasi tambak, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta memperkuat sektor perikanan di Kabupaten Indramayu.
Gelar Audensi tersebut dihadiri Ketua FPWI Indramayu, Chong Soneta didampingi Ketua PWI Indramayu Dedi Musashi .
Dengan adanya audiensi ini, DPRD Indramayu menunjukkan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
( FonnyMHR )


