Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Melalui Patroli Malam, Babinsa Ciptakan Kondusifitas Wilayah Binaan

Wonogiri - Dalam rangka memantau perkembangan situasi wilayah di masyarakat, Babinsa Koramil 25/Paranggupito Serda Slameto yang sedang ...

Postingan Populer

Jumat, 10 April 2026

Melalui Patroli Malam, Babinsa Ciptakan Kondusifitas Wilayah Binaan

Wonogiri - Dalam rangka memantau perkembangan situasi wilayah di masyarakat, Babinsa Koramil 25/Paranggupito Serda Slameto yang sedang bertugas sebagai Piket Koramil melaksanakan patroli dan pemantauan di wilayah Wilayah Kec.Paranggupito Kab. Wonogiri. Kamis malam (9/4/2024).

Pada pelaksanaannya Serda Slameto memaksimalkan peran Komunikasi Sosialnya dengan sejumlah warga sebagai upaya untuk cegah dini dan deteksi dini terhadap hal hal yang tidak diinginkan.

Menurut Babinsa, Komunikasi dengan perangkat desa maupun warga dapat terjalin dengan baik diharapkan berbagai informasi yang terjadi dapat terdeteksi secara dini dan cepat tentukan langkah untuk mengantisipasinya.

"Dan melalui Komunikasi sosial akan menciptakan ruang silaturahmi yang harmonis sehingga suasana yang nyaman dan sejuk senantiasa terwujud,' ungkapnya

“Dengan rutin melaksanakan Komsos diharapkan akan mendapatkan perkembangan situasi di wilayah dan dapat melakukan upaya edukasi serta pencegahan dini, sehingga hal-hal negatif yang berkembang bisa cepat diselesaikan," imbuh Serda Slameto.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Wujudkan Wilayah Tetap Aman Dan Kodisif Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Sertu Watono melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Kamis (09/04/2026) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

Ditegaskan Sertu Watono Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah."tegasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

LSP Difindo dan AKPERSI Teken MoU, Momentum Kebangkitan Profesionalisme Jurnalis Nasional



     "Palembang, 10 April 2026.
Media Radius 102 Com.
      "Semangat baru bagi insan pers Indonesia kembali digaungkan. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Difindo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi, integritas, dan profesionalisme jurnalis di seluruh Indonesia.

     "Direktur LSP Difindo, Ardiansyah, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan gerakan bersama untuk mendorong lahirnya jurnalis yang kompeten, tersertifikasi, dan siap menghadapi dinamika industri media yang semakin kompleks.

     “Melalui MoU ini, kami berkomitmen menghadirkan program sertifikasi kompetensi yang terstandar. Ini adalah kesempatan emas bagi insan pers untuk memperoleh pengakuan profesional yang jelas dan terukur. Kami ingin seluruh jurnalis bangkit, meningkatkan kualitas diri, dan berani melangkah menuju standar nasional,” tegasnya.

     "Lebih lanjut dijelaskan bahwa LSP Difindo merupakan lembaga sertifikasi profesi yang telah memiliki lisensi resmi dan terdaftar di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

     "Dengan status tersebut, LSP Difindo berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja yang sah, terstandar, dan diakui secara nasional. Setiap sertifikat yang diterbitkan memiliki legitimasi hukum serta menjadi bukti kompetensi profesional bagi pemegangnya.

     "Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, menyambut kerja sama ini sebagai momentum penting untuk membangun SDM pers yang unggul dan berdaya saing tinggi.

     “Ini bukan hanya kerja sama, tetapi panggilan bagi seluruh anggota AKPERSI di Indonesia. Kita harus naik kelas. Jurnalis tidak cukup hanya aktif di lapangan, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang teruji dan diakui negara. Sertifikasi adalah kunci untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publik,” ujarnya penuh semangat.

      "Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota AKPERSI dari pusat hingga daerah untuk menjadikan program ini sebagai gerakan bersama dalam membangun marwah profesi jurnalis yang profesional dan berintegritas.

Ruang lingkup kerja sama ini meliputi pelaksanaan uji kompetensi jurnalis, pelatihan berbasis standar nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan program sertifikasi berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

     "MoU ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan profesionalisme pers nasional. Sinergi antara LSP Difindo dan AKPERSI bukan hanya menciptakan jurnalis yang kompeten, tetapi juga melahirkan insan pers yang berintegritas, beretika, serta mampu menjaga peran pers sebagai pilar demokrasi.

     "Dengan semangat kolaborasi ini, seluruh anggota AKPERSI diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar, berkembang, dan membuktikan bahwa jurnalis Indonesia mampu bersaing, profesional, serta menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.

Rilis DPP AKPERSI
      "Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.
      ( Ismail Marpaung ).

Polisi Bekuk Pelaku Cabul Berkedok Dukun di Kuningan, Aksinya Sejak 2017

KUNINGAN–Jajaran Polres Kuningan berhasil membekuk seorang pria berinisial AH (36) yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap lima korban, termasuk tiga anak di bawah umur.
Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz menjelaskan, kasus tersebut merupakan dugaan tindak pidana pencabulan sebagaimana diatur dalam Pasal 414 ayat (2) dan/atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 5 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di dalam kamar sebuah rumah di Kelurahan Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan.

"Korban berjumlah lima orang, terdiri dari tiga anak di bawah umur dan dua korban dewasa,”ujar Kapolres, Kamis (9/4).
Tersangka AH diketahui merupakan warga setempat yang berprofesi sebagai wiraswasta. Dalam menjalankan aksinya, ia diduga menggunakan modus sebagai dukun atau orang pintar yang mengaku mampu mengobati serta membersihkan aura negatif para korban.

Menurut polisi, para korban awalnya mengenal tersangka karena masih satu lingkungan. Pelaku kemudian meyakinkan korban bahwa mereka memiliki aura negatif dan perlu menjalani pengobatan di rumahnya.
"Namun dalam praktiknya, tersangka tidak melakukan pengobatan, melainkan melakukan perbuatan cabul terhadap para korban, bahkan dilakukan berulang kali,”ungkapnya.
Kasus ini terungkap setelah keluarga salah satu korban merasa curiga saat anaknya berada di rumah pelaku. Kecurigaan tersebut berujung pada pengakuan korban bahwa selama proses pengobatan, pelaku justru melakukan tindakan pencabulan.
Merasa tidak terima, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuningan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan.
Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian milik tersangka, di antaranya kaos lengan pendek dan panjang, celana kain, serta celana jeans yang diduga digunakan saat melakukan aksinya.
Sementara itu, hasil pemeriksaan psikolog klinis menunjukkan bahwa korban anak mengalami shock dan trauma akibat perbuatan tersangka. Meski tidak menimbulkan luka fisik, peristiwa tersebut menyebabkan ketakutan mendalam terhadap pelaku.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 414 ayat (2) dan/atau Pasal 415 huruf b KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut, serta mengimbau masyarakat agar lebih waspada.

(Agus Hermawan)

Bupati Imron: Pertemuan DWP Kemenag Jabar Perkuat Ukhuwah Usai Ramadhan

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menilai Pertemuan Triwulan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat menjadi momentum strategis memperkuat ukhuwah setelah Ramadhan.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan yang digelar di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (9/4/2026), dengan dihadiri pengurus dan anggota DWP Kemenag se-Jawa Barat.

Bupati Imron mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota.

“Momentum ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana untuk memperkuat ukhuwah dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan,” katanya.

Ia menyebut, suasana Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk memperbarui komitmen kebersamaan dengan hati yang bersih dan saling memaafkan.

Dalam kesempatan itu, Imron juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon, kami mengucapkan selamat datang. Kehadiran ini menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami,” ujar Imron.

Menurut dia, peran DWP, khususnya di lingkungan Kemenag, sangat penting dalam mendukung pembangunan melalui kegiatan sosial dan keagamaan.

Ia menambahkan, organisasi perempuan memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Kami memberikan apresiasi atas peran aktif DWP dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan nilai keagamaan di masyarakat,” tuturnya.

Imron menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan Kemenag dan organisasi perempuan lainnya.

“Kami meyakini kolaborasi yang baik akan melahirkan program yang lebih bermanfaat dan berdampak luas bagi masyarakat,” sambungnya.

Ia berharap melalui pertemuan tersebut, sinergi yang terbangun dapat semakin memperkuat kontribusi DWP dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (DISKOMINFO)

Pemkab Cirebon Terapkan WFH Setiap Jumat, Layanan Publik Tetap Normal

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Work From Home (WFH).

Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Cirebon Nomor 000.8.3/11/SETDA tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Pegawai ASN dalam Rangka Mendukung Percepatan Transformasi Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang ditetapkan pada 9 April 2026.
Bupati Cirebon, Imron menyampaikan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait perubahan budaya kerja ASN. Penerapannya dilakukan melalui kombinasi kerja dari kantor dan dari rumah.

WFH diberlakukan satu hari dalam satu minggu, yakni setiap hari Jumat. Sementara hari kerja lainnya, ASN tetap bekerja dari kantor (WFO).

Meski demikian, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Unit layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diwajibkan tetap bekerja dari kantor.

“Unit pelayanan publik langsung agar tetap melaksanakan WFO,” demikian salah satu poin penting dalam Surat Edaran tersebut.

Unit layanan yang tetap WFO meliputi layanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, administrasi kependudukan, perizinan, pendidikan, pemadam kebakaran, serta ketenteraman dan ketertiban umum. Kebijakan ini memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Selain itu, pejabat struktural seperti Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, camat, dan kuwu dikecualikan dari kebijakan WFH. Mereka tetap melaksanakan tugas sepenuhnya dari kantor.

Setiap perangkat daerah diminta memastikan pelaksanaan WFH tidak mengganggu kinerja organisasi. Pengaturan teknis disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. (DISKOMINFO)

Pemkab Cirebon juga mendorong optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dukungan teknologi seperti tanda tangan elektronik, presensi digital, dan layanan pengaduan daring menjadi bagian penting dalam implementasi kebijakan ini.

Bupati Imron menegaskan kebijakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendorong penghematan energi dan biaya operasional.

Di sisi lain, perangkat daerah tetap harus membuka akses pengaduan masyarakat secara daring maupun tatap muka. (DISKOMINFO)

Kamis, 09 April 2026

Polisi Gerak Cepat, Pelaku Penculikan Anak di Cirebon Diamankan di Hari yang Sama

Cirebon Kota - Kepolisian Resor Cirebon Kota mengungkap kasus penculikan anak yang disertai dugaan kekerasan melalui press release yang disampaikan Wakapolres Cirebon Kota Kompol Dede Kusmayadi pada Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Aula Sanika Satyawada Polres Cirebon Kota, setelah pelaku berinisial DW berhasil diamankan dalam waktu singkat.

Dalam penjelasannya, Kompol Dede Kusmayadi mengungkapkan bahwa kejadian bermula pada Senin (06/04/2026) sekitar pukul 13.00 WIB ketika korban dibujuk oleh pelaku dengan iming-iming makanan hingga akhirnya mengikuti pelaku tanpa sepengetahuan orang tua.

Korban kemudian dibawa menggunakan sepeda motor menuju rumah pelaku di wilayah Kecamatan Mundu, dan berada dalam penguasaan pelaku selama dua hari sebelum akhirnya dikembalikan pada Rabu (08/04/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di lokasi yang tidak jauh dari tempat awal korban terakhir terlihat.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, Satreskrim Polres Cirebon Kota langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan tersebut mengarah pada pelaku DW yang kemudian berhasil diamankan pada Rabu (08/04/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di toko elektronik miliknya di wilayah Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon.

Saat diamankan, pelaku sempat membantah telah melakukan penculikan, namun bukti rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku membawa korban membuat pelaku tidak dapat mengelak dan langsung dibawa oleh petugas.

Dalam proses pengamanan tersebut sempat terjadi ketegangan ketika pihak keluarga mencoba menghalangi petugas, namun situasi berhasil dikendalikan sehingga proses penangkapan berjalan sesuai prosedur.

Dari hasil pemeriksaan medis terhadap korban, ditemukan adanya luka di beberapa bagian tubuh yang menguatkan dugaan terjadinya kekerasan selama korban berada dalam penguasaan pelaku.

Saat ini korban masih menjalani pemulihan secara intensif, khususnya pemulihan psikologis, dengan pendampingan yang dilakukan untuk mengurangi trauma akibat peristiwa yang dialami.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan sejumlah pasal terkait perlindungan anak dan tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam pengawasan anak, serta segera memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila menemukan hal mencurigakan atau kejadian darurat yang membutuhkan kehadiran kepolisian.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada para orang tua agar selalu memastikan anak berada dalam pengawasan, mengajarkan anak untuk tidak mudah percaya kepada orang asing, serta segera melapor apabila terjadi hal yang mencurigakan guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa.

(Agus Hermawan)

Kawal Pembangunan KDKMP Kelurahan Sangkrah, Babinsa Tegaskan Sasaran Selesai Tepat Waktu 

Surakarta - Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap pembangunan di wilayah binaan terus ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Sangkrah Koramil 05/Pasar Kliwon Kodim 0735/Surakarta , Salah satunya dilakukan oleh Sertu Eko yang secara aktif memantau perkembangan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon Selasa (07/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Eko turun langsung ke lokasi guna memastikan proses pembangunan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

Kehadirannya juga sebagai bentuk dukungan TNI AD dalam mendorong percepatan pembangunan sarana ekonomi masyarakat desa.

Sertu Eko menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa bertujuan untuk memberikan motivasi serta memastikan pembangunan berjalan dengan baik dan tepat waktu. 

"Selain itu, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan warga."ujarnya.

“Dengan adanya KDKMP ini, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta menjadi wadah bagi warga dalam mengembangkan usaha,”imbuhnya.

Pembangunan KDKMP Kelurahan Sangkrah sendiri merupakan salah satu upaya dalam memperkuat ekonomi berbasis desa, sehingga keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Intensifkan Patroli Malam, Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Yakinkan Situasi Tetap Aman & Kondusif

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif, Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Kodim 0735/Surakarta Sertu Sunarto bersama dengan Anggota Linmas melaksanakan kegiatan patroli bersama di wilayah Pasar kliwon, Selasa (07/04/2026).

"Selain melaksanakan patroli bersama, kami juga menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan dan wilayah sekitarnya."ujar  Sertu Sunarto disela-sela pelaksanaan kegiatan patroli.

"Selain itu kita juga wajib mewaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari."tegasnya.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  himbauan kepada warga,juga untuk menjalin silahturohmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket koramil 05/Pasar kliwon."terangnya.

"Harapan kami warga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif."imbuhnya.

Patroli yang dilaksanakn setiap malam sangat lah berperan penting dalam menciptakan wilayah yang aman  di wilayahnya masing-masing, 
maka pelaksanaan kegiatan patroli wilayah sangat perlu diadakan demi kenyamanan dan terciptanya wilayah yang aman dan Kondusif.
  
Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Patroli Malam Cipta Kondisi di Sidoharjo: Sinergi Aparat dan Warga Jaga Keamanan Wilayah

Wonogiri – Suasana Rabu malam (8/4/2026) di Kecamatan Sidoharjo tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah aparat gabungan bersama warga terlihat berkeliling wilayah dalam kegiatan patroli cipta kondisi yang digelar oleh Kodim 0728/Wonogiri melalui Koramil 17/Sidoharjo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sertu Sudarwanto dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat demi memastikan keamanan tetap terjaga.

Patroli ini tidak hanya melibatkan aparat TNI, tetapi juga didukung penuh oleh linmas, organisasi masyarakat (ormas), perguruan silat, serta unsur kecamatan lainnya. Sinergi yang terjalin antara aparat dan masyarakat mencerminkan semangat gotong royong yang kuat dalam menjaga ketertiban lingkungan. Kehadiran berbagai elemen ini sekaligus menjadi bukti bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.

Sepanjang kegiatan, tim patroli menyusuri sejumlah titik KDKMP  serta tempat strategis dan wilayah yang dianggap rawan. Dengan pendekatan humanis, mereka juga berinteraksi langsung dengan warga yang ditemui di lapangan. Hasilnya, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat di tengah mereka. Rasa aman yang tercipta menjadi nilai penting dari kegiatan ini.

Kegiatan patroli berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Upaya ini diharapkan mampu terus menjaga kondusifitas wilayah Sidoharjo sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, keamanan lingkungan bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dirasakan bersama.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Serka Agus Suranto : Pembangunan KDKMP Diharapkan Menjadi Wadah Bagi Masyarakat

Wonogiri - Dalam upaya mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Babinsa Koramil 11/Manyaran Kodim 0728/Wonogiri Serka Agus Suranto melaksanakan kegiatan pengawasan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Desa Karanglor Kec. Manyaran. Selasa (7/4/2026)

Kegiatan pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk peran aktif TNI di wilayah teritorial Kodim 0728/Wonogiri dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan, khususnya dalam memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, serta memenuhi standar yang telah ditentukan.

Serka Agus Suranto menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan warga.

“Kami hadir untuk memastikan pembangunan KDKMP ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.

Pembangunan KDKMP ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha ekonomi bersama, meningkatkan kemandirian desa, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Selain melakukan pengawasan, Babinsa juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk perangkat desa dan pelaksana pembangunan, guna memastikan tidak ada kendala berarti selama proses berlangsung.

Dengan adanya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan KDKMP di Desa Karanglor diharapkan dapat segera selesai dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Pelaku Dugaan Persetubuhan Anak di Kunto Darussalam Sempat Diamuk Warga, Akhirnya Diamankan Polres Rokan Hulu


     ROHUL / RIAU.
Media Radius 102 Com.
     "Aparat kepolisian dari Polres Rokan Hulu berhasil mengamankan seorang pria berinisial I (46 Tahun) terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Penangkapan dilakukan setelah pelaku sempat melarikan diri dan menjadi sasaran kemarahan warga pada Rabu, 08/04/2026.

     "Peristiwa ini terungkap berdasarkan laporan seorang pria berinisial T, warga Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.

     "Korban diketahui merupakan anak perempuan berusia 14 tahun, warga Kecamatan Kunto Darussalam. Demi melindungi korban, identitas lengkap tidak diungkapkan.

     "Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa dugaan persetubuhan terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WIB di area kebun kelapa sawit di wilayah Kunto Darussalam. Saat itu korban diajak ke kebun oleh pelaku yang merupakan orang dekat korban.

     "Di lokasi yang sepi, pelaku diduga menyuruh korban menjauh ke bagian belakang kebun, kemudian melakukan perbuatan asusila. Dari pengakuan korban, perbuatan tersebut diduga telah berlangsung sejak Mei 2025.

      "Setelah menerima laporan dan melakukan Pemeriksaan,tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Bhabinkamtibmas melakukan pencarian terhadap pelaku.

     "Sekitar pukul 22.00 WIB, petugas sempat melakukan penggerebekan di rumah pelaku. Namun kondisi rumah yang berada di tengah kebun sawit dengan penerangan minim membuat pelaku berhasil melarikan diri melalui bagian belakang rumah.

     "Petugas kemudian berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat, termasuk Ketua RT, untuk memancing pelaku menyerahkan diri. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

     "Dua hari berselang, tepatnya Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku ditemukan oleh warga di kawasan perkebunan kelapa sawit KM 18, Kecamatan Kunto Darussalam. Warga yang geram sempat mengamankan dan meluapkan emosi terhadap pelaku hingga pelaku babak belur.

     "Polres Rokan Hulu yang menerima informasi langsung menuju lokasi untuk mengamankan pelaku dan mencegah tindakan lebih lanjut dari warga. Pelaku kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya digelandang ke Polres Rokan Hulu untuk proses hukum lebih lanjut.

     "Dalam kasus ini, Tim mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban dan pelaku.

     "Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait perlindungan anak, di antaranya Pasal 81 juncto Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 dan KUHP terbaru.

     "Polres Rokan Hulu menegaskan komitmennya untuk menangani kasus kekerasan terhadap anak secara serius dan profesional, serta mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak pidana serupa. *(Humas Polres Rohul)*


     Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com, Rohul.
     ( Ismail Marpaung ).

Ganti Rugi Kerusakan Fasum Alun-alun Indramayu uang koin receh 100jt diseran KOMPI untuk ganti rugi kerusan fasum

INDRAMAYU, Jurnalkotatoday.com - Bersatu Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) menepati janjinya. Pengurus bersama koordinator desa (Kordes) dan perwakilan donatur dari berbagai wilayah menyerahkan ganti rugi atas kerusakan fasilitas umum di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (6/4/2026) sore.
Penyerahan dilakukan dalam bentuk uang koin receh yang dibawa langsung oleh perwakilan massa.

Mereka membawa lima karung uang koin yang diperoleh dari solidaritas petambak ke pendopo. Uang tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kerusakan yang terjadi di alun alun dan taman nol kilometer Indramayu.

Sejumlah perwakilan pengurus KOMPI mendatangi pendopo kabupaten Indramayu sambil membawa karung berisikan uang receh yang dihimpun dari para petambak dan masyarakat.
Uang tersebut untuk ganti rugi kerusakan fasum dihitung beramai ramai sebelum diserahkan kepada bupati Indramayu Lucky Hakim.

Menurut informasi, uang koin tersebut berjumlah seratus juta rupiah, sebagaimana tuntutan dari bupati Indramayu Lucky Hakim yang menyebut kerusakan fasilitas publik di alun alun dan taman nol kilometer ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Setelah dihitung bersama, uang tersebut dimasukan kembali ke karung untuk diserahkan kepada bupati.

Di depan pintu pendopo, perwakilan KOMPI sudah disambut oleh bupati Indramayu Lucky Hakim, Sekda Indramayu Aep Surachman, dan jajaran kepala dinas.

Ketua KOMPI H Darsam menyampaikan bahwa kehadiran dirinya di pendopo untuk memenuhi janji pengunjukrasa yang akan mengganti seluruh kerusakan yang diakibatkan oleh aksi massa petambak.

Penyerahan uang koin tersebut langsung ditampik oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim yang menyebutkan bahwa tidak ada dasar hukumnya dan meminta Sekda Indramayu Aep Surahman untuk menjelaskan.

”Jadi terkait kerusakan atau ganti rugi yang dibiayai oleh APBD tidak dapat diganti oleh uang masyarakat sehingga kami tidak bisa menerima itu,” jelas Sekda Indramayu Aep Surahman.
Merasa uang tersebut tidak dapat diterima oleh Pemkab Indramayu, sejumlah perwakilan pengurus KOMPI langsung membuka karung berisi uang koin tersebut dan menghamburkannya kembali sebagai bentuk kekecewaan dari masyarakat petambak yang pernah hmendukungnya saat pencalonan bupati.

”Kami ini pendukung tulus bupati Lucky tetapi kenapa dibeginikan,” kata sejumlah petambak.

Sebelum meninggalkan pengurus KOMPI, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengundang untuk berdialog dengan perwakilan petambak terkait proyek strategis nasional Revitalisasi Tambak Pesisir Pantura di dalam pendopo.

”Nanti malam kita ajak bapak bapak untuk berdialog di pendopo. Paling 20 orang perwakilan dari KOMPI,” jelas Lucky Hakim.
Dihubungi terpisah, Pembina KOMPI H. Juhadi Muhammad menolak ajakan dialog tersebut karena tanpa ada surat undangan yang seharusnya dilakukan sesuai administrasi. Juhadi juga meminta seluruh pengurus KOMPI untuk tidak memenuhi undangan secara lisan tersebut.
“Kita ini resmi bukan asal undang saja. Panggil pakai surat yang resmi. Sekalian sama dewannya diundang ” tegas Juhadi.

Dijelaskan Kordum Hatta, dana yang dikumpulkan berasal dari masyarakat yang tersebar di 7 desa dan 4 kecamatan yang terdampak.

Pihaknya juga mempersilakan untuk dilakukan penghitungan ulang jika diperlukan.
“Silakan dihitung, jika masih kurang, kami siap menambah. Ini murni dari masyarakat yang merasa terdampak,” katanya.

Aksi koin receh ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus pesan simbolik persatuan masyarakat pesisir pantura, khususnya para petambak.

Dewan Kompak Siap Tanda Tangan Tolak Revitalisasi Tambak
Sebelumnya, KOMPI melakukan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu saat audiensi.

Dalam audiensi tersebut, selain jajaran KOMPI yang hadir sekitar 50 orang, sejumlah instansi terkait turut datang.

Rapat yang digelar di ruang sidang utama, Senin siang, molor satu jam dari jadwal yang semestinya dimulai pukul 13.00 WIB sesuai undangan.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi DPRD terkait pembahasan Program Strategis Nasional Revitalisasi Tambak Pantura. Pertemuan dihadiri Komisi II DPRD, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Perhutani KPH Indramayu, serta perwakilan masyarakat pesisir.

Sebelum audiensi, pengurus KOMPI bersama koordinator desa (Kordes) telah melakukan rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Mereka mengunjungi Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Diskimrum) untuk mempertanyakan dan membandingkan perhitungan nilai kerugian akibat kerusakan.
Pembina KOMPI, H. Juhadi Muhammad menyampaikan bahwa hasil audiensi menunjukkan dukungan dari seluruh fraksi DPRD terhadap sikap KOMPI untuk meninjau kembali program revitalisasi tambak.

“Alhamdulillah, seluruh fraksi dan anggota DPRD mendukung langkah kami untuk meninjau kembali program tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya menolak rencana pengambilalihan lahan tambak yang dinilai sudah produktif, dan telah digarap masyarakat selama puluhan tahun sebagai sumber penghidupan.
“Kami mengajak semua anggota dewan untuk bersama-sama menandatangani penolakan PSN Revitalisasi Tanbak Pantura sebagai dukungan nyata perjuangan KOMPI,” jelas Ketua Fraksi PKB, Ahmad Mujani Nur dihadapan anggota Komisi II dan pengurus KOMPI.

Menurut Mujani, program nasional ini tidak tepat jika yang digunakan lahan produktif. Masih ada lokasi lain yang bisa dimanfaatkan di sepanjang bibir pantai utara sekitar 147 Kilometer.
Anggota Komisi II lainnya, H. Muhaemin, Edi Fauzi dan Abdul Rojak mengusulkan konsep kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, seperti pada program revitalisasi udang sebelumnya jika program nasional dipaksakan.

Caranya, pemerintah menyediakan sarana, prasarana, bimbingan teknis, serta pendampingan peluang pasar dan permodalan.

Menurutnya, potensi produksi tambak yang besar perlu diimbangi dengan kesiapan pasar agar tidak merugikan masyarakat.

Audiensi yang berjalan panas berakhir dengan satu kesepakatan antara dewan dan KOMPI menolak Revitalisasi Tambak Pantura jika ujungnya menyengsarakan rakyat dan merugikan masyarakat petambak. 

(MHR)

Rabu, 08 April 2026

TP PKK dan DWP Kabupaten Cirebon Perkuat Sinergi Pembangunan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat sinergi antarorganisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Hal ini terlihat dalam pertemuan rutin Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Cirebon, di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum koordinasi bagi organisasi perempuan untuk memperkuat peran strategis dalam menjaga keharmonisan sosial dan mendukung pembangunan daerah.

Pertemuan tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, yang memberikan arahan kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menekankan pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Ulama dan tokoh masyarakat memiliki peran yang sangat vital, bukan hanya sebagai penjaga moral, tetapi juga sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

“Saya mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi menjaga kedamaian dan menyukseskan pembangunan daerah,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar yang berpotensi memecah belah persatuan.

Menurutnya, kedamaian harus dibangun melalui sikap saling menghargai antarwarga.

“Kedamaian bukan sekadar tidak adanya konflik, tapi hadirnya rasa saling menghargai. Saya titip kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong yang dapat memecah belah. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan alasan untuk berselisih,” tambahnya.

Lebih lanjut, Imron menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan beretika.

“Membangun Kabupaten Cirebon tidak cukup hanya dengan infrastruktur jalan atau gedung, tapi yang paling utama adalah membangun manusianya,” kata Imron.
“Kita butuh generasi yang tidak hanya pintar secara teknologi, tapi juga memiliki fondasi agama dan etika yang kuat agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ungkapnya.

Melalui pertemuan rutin ini, TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Cirebon diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan kualitas keluarga, serta mendukung terciptanya masyarakat yang harmonis dan berdaya saing. (DISKOMINFO)

DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Dorong Perempuan Jadi Pilar Pembangunan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan dalam pembangunan nasional melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar Seminar Public Speaking bagi organisasi perempuan, di Ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh organisasi wanita dari Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Cirebon dan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) dengan mengusung tema “Kiprah Perempuan Politik dalam Pembangunan Bangsa dan Negara Menuju Indonesia Emas”.

Seminar ini bertujuan meningkatkan kemampuan perempuan dalam berbicara di depan umum secara percaya diri dan efektif.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep 3V dalam public speaking, yakni visual (bahasa tubuh), vokal (intonasi suara), dan verbal (pilihan kata).

Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi interpersonal dan profesional para peserta.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi menjadi kunci penting dalam dunia politik maupun profesional.

Ia menyebut, gagasan yang baik tidak akan berdampak tanpa kemampuan menyampaikannya secara efektif.

“Perempuan bukanlah pelengkap, melainkan pilar utama pembangunan menuju Indonesia Emas. Kita membutuhkan pemimpin perempuan yang tidak hanya tangguh, tetapi juga cakap dalam komunikasi,” ujar perempuan yang akrab disapa Fitri.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini terjadi pergeseran paradigma pembangunan gender di Kabupaten Cirebon.

Perempuan tidak lagi diposisikan sebagai objek pemberdayaan, melainkan sebagai subjek strategis melalui pendekatan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam setiap program pembangunan.

Selain itu, Fitri menyoroti peran penting perempuan dalam lingkup keluarga sebagai pendidik pertama bagi generasi masa depan.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan dari peran perempuan dalam membangun fondasi pendidikan di rumah.

“Perempuan adalah pendidik pertama dan utama yang menentukan arah generasi masa depan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, lanjut Fitri, berkomitmen untuk terus membuka akses yang setara bagi perempuan dalam pendidikan, dunia kerja, serta ruang pengambilan keputusan.

Upaya tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung kemajuan bangsa.

“Pemberdayaan perempuan bukan hanya isu kesetaraan, tetapi merupakan investasi penting bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Melalui seminar ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri serta memperluas wawasan, sehingga dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas. (DISKOMINFO)

Jaga Opini WTP, Pemkab Cirebon Dorong Tindak Lanjut Audit BPK

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala memimpin rapat dinas yang diikuti seluruh kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Cirebon di Ruang Rapat Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (7/4/2026).

Rapat tersebut menyoroti tindak lanjut hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), seiring proses audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang kini memasuki tahap terinci.

Sekda Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala menjelaskan, audit terinci LKPD diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

Hasilnya akan menentukan opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

“Ada yang WDP (Wajar Dengan Pengecualian), ada yang WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kita sudah berapa kali WTP,” ujar Hendra dalam rapat.

Ia menambahkan, Kabupaten Cirebon telah meraih opini WTP sebanyak 11 kali. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menurun pada pemeriksaan tahun ini.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi opini BPK adalah tindak lanjut atas temuan audit, terutama terkait pengembalian kerugian keuangan daerah.

Ia menegaskan, meskipun nilai tersebut masih di bawah ambang batas umum yang dapat memengaruhi opini, pemerintah daerah tetap harus waspada.

“Oleh karenanya, diminta nanti yang pengembaliannya belum selesai, terutama pengembalian uang, ini mohon untuk segera diselesaikan. Jangan menunggu nanti pemeriksaan terinci BPK selesai,” tuturnya.

Bupati Cirebon, Imron, dalam arahannya meminta seluruh jajaran perangkat daerah dan camat untuk meningkatkan kinerja, inovasi, serta koordinasi antarinstansi. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang tidak berbelit.

“Kalau kerja itu harus bisa berinovasi, menggali potensi yang ada di daerah dan menangani kelemahan,” kata Imron.

Ia juga meminta para pejabat agar tidak mempersulit pelayanan kepada masyarakat dengan alasan aturan.

“Saya minta para pejabat ini jangan sok mempersulit aturan-aturan, kalau itu hubungannya dengan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Imron mendorong peningkatan komunikasi lintas sektor agar program pemerintah berjalan efektif dan tidak terhambat koordinasi. (DISKOMINFO)

Ratusan Nelayan Iringi Larung Kepala Kerbau di Nadran 2026


INDRAMAYU, Radius102.com – Ratusan nelayan memadati kapal dalam prosesi puncak tradisi nadran 2026 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu, Rabu (8/4/2026). Mereka mengikuti ritual sakral pelarungan kepala kerbau ke tengah laut utara sebagai simbol rasa syukur atas hasil laut.

Tradisi Nadran atau pesta laut yang digelar oleh Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra, dengan puncak acara pelarungan (larung) kepala kerbau ke laut.

Kegiatan ini diikuti ratusan nelayan dari berbagai daerah, pengurus KPL Mina Sumitra, Ketua KPL H. Suwarto, Ketua Panitia Amsori, serta masyarakat pesisir Karangsong.

Puncak acara berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, dengan rangkaian kegiatan sejak awal April hingga akhir April 2026.

Berlangsung di TPI Karangsong, Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hingga ke perairan laut utara Indramayu.

Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur nelayan kepada Allah SWT atas rezeki dan keselamatan saat melaut, sekaligus doa agar ke depan diberikan keberkahan dan perlindungan.

Prosesi diawali dengan arak-arakan maron dari KPL Mina Sumitra menuju TPI Karangsong. Setelah itu, nelayan dan warga menaiki kapal untuk mengiringi pelarungan kepala kerbau ke tengah laut.

Rangkaian acara juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti doa bersama, ruwatan, pertunjukan wayang kulit, hingga hiburan rakyat.

Ketua KPL Mina Sumitra, H. Suharto, saat ditemui diminta wawancara diwakili oleh ketua panitia Kajadin didampingi oleh ketua panitia menjelaskan " bahwa nadran berasal dari kata “nadzar” yang berarti nazar atau janji sebagai wujud syukur.

“Ini adalah ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar nelayan selalu diberi keselamatan dan rezeki saat melaut,selamat dari marabahaya ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan nelayan saat ini semakin kompleks, mulai dari faktor cuaca hingga persoalan keamanan laut, sehingga kesiapan nahkoda dan ABK sangat penting.
Tradisi nadran tidak hanya mempererat kebersamaan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang khas di Bumi Wilalodra Kabupaten Indramayu Indramayu. 

( MHR )

Mie Ayam Bakso Gemilang Viral di Ujung Batu Rokan Jadi Favorit Baru Pecinta Kuliner


     "ROKAN HULU / UJUNG BATU ROKAN. Kehadiran kuliner baru kembali meramaikan dunia usaha mikro di Kabupaten Rokan Hulu. Kali ini, Mie Ayam Bakso Gemilang sukses mencuri perhatian masyarakat dan menjadi perbincangan hangat, khususnya di wilayah Ujung Batu.

     "Berlokasi strategis di Simpang Jalan Sudirman, tepatnya di depan Kantor Koramil Ujung Batu, warung sederhana ini kini ramai diserbu pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga. 

     "Sejak pertama kali hadir pada Senin (06/04/2026), antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi.

     "Usaha kuliner ini lahir dari semangat dan tekad kuat sang pemilik yang ingin mengembangkan usaha mandiri di bidang makanan. 


     "Dengan konsep sederhana namun mengutamakan cita rasa, Mie Ayam Bakso Gemilang berhasil menarik perhatian para pencinta kuliner lokal.


     "Selain menawarkan harga yang terjangkau, menu yang disajikan juga memiliki cita rasa yang khas dan menggugah selera. 


     "Tak heran jika banyak pengunjung yang datang kembali setelah mencicipinya.


     “Rasanya memang betul-betul mantap, mie ayamnya gurih, baksonya juga terasa dagingnya. 
Cocok untuk semua kalangan,” ungkap salah seorang konsumen sambil menikmati hidangannya dengan santai.

     "Suasana di warung tersebut juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. 

     "Dengan nuansa santai dan penuh kehangatan, tempat ini kerap dijadikan lokasi berkumpul oleh para muda-mudi maupun masyarakat sekitar. 

     "Banyak pengunjung yang betah berlama-lama sambil menikmati hidangan dan berbincang bersama teman.

     "Tak hanya sekadar tempat makan, Mie Ayam Bakso Gemilang kini mulai dikenal sebagai salah satu titik nongkrong baru di Ujung Batu Rokan.

     "Kehadirannya memberikan warna baru bagi perkembangan kuliner lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

     "Ke depan, usaha ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kuliner di Kabupaten Rokan Hulu, serta mampu menginspirasi pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi Bu dan berani memulai usaha.

     Jurnalis: Kabiro Radius 102 Com Rohul
     (Ismail Marpaung)

Semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Kuningan Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Kuningan – Lapas Kelas IIA Kuningan menggelar upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Lapas Kelas IIA Kuningan pada Rabu (8/4) dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini diikuti oleh Seluruh petugas serta warga binaan. Seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan dengan khidmat sebagai tanda dimulainya rangkaian Pekan Olahraga dan Seni di lingkungan Lapas.

Dalam pelaksanaan upacara, sejumlah petugas dan warga binaan turut mengambil peran, mulai dari perwira upacara, komandan upacara, hingga pembacaan janji atlet dan wasit yang diwakili oleh warga binaan. Keterlibatan aktif ini menjadi bagian dari upaya membangun rasa tanggung jawab dan kebersamaan di lingkungan Lapas.

Dalam amanatnya, Pembina Upacara menyampaikan bahwa Pekan Olahraga dan Seni merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, serta sportivitas dalam setiap pertandingan yang akan dilaksanakan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Pekan Olahraga dan Seni ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat kebersamaan serta menciptakan suasana yang kondusif di dalam Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa kegiatan pembukaan berjalan dengan lancar dan menjadi awal yang baik bagi seluruh rangkaian perlombaan yang akan dilaksanakan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dengan pengawasan dan koordinasi yang optimal sehingga tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai kebersamaan, disiplin, dan jiwa sportivitas dapat semakin tumbuh di antara petugas dan warga binaan, serta mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang harmonis dan produktif.

((A, Rahmat))

Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Cirebon Fokus Infrastruktur dan Ekonomi Rakyat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi forum penyelarasan program pembangunan daerah dengan berbagai masukan dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Bupati Cirebon Imron menyampaikan, penyusunan rencana kerja tahun 2027 menekankan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia meminta seluruh perangkat daerah aktif memberikan masukan yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Rencana kerja untuk tahun 2027, maka kami berharap kepada SKPD memberikan masukan terutama pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Imron.

Menurutnya, sektor infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama dalam pembangunan ke depan. Selain itu, pemerintah juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari budayawan, ulama, hingga pelaku ekonomi.

Imron menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan secara menyeluruh dengan menghidupkan berbagai sektor strategis.

“Perekonomian, infrastruktur, budaya dan lainnya harus hidup,” ucapnya.

Ia juga mendorong penguatan budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, termasuk menghidupkan kembali kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan.

“Menghidupkan lagi budaya kita yang dulu, seperti pemanfaatan lahan di pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan lainnya. Ini, kan, budaya orang kita dulu,” katanya.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan, pemerintah daerah juga membuka peluang investasi serta mendorong kreativitas masyarakat dalam menggerakkan ekonomi.

Dalam Musrenbang tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, di antaranya penguatan budaya dan kearifan lokal, peningkatan daya saing sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan, serta kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan.

Selain itu, transformasi digital pemerintahan, stabilitas keamanan, dan pemerataan infrastruktur juga menjadi fokus pembahasan.

Adapun tema pembangunan Kabupaten Cirebon tahun 2027 adalah penguatan infrastruktur dan hilirisasi sektor unggulan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Pemerintah daerah juga menetapkan fokus kebijakan belanja, meliputi peningkatan pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi kreatif dan digital, peningkatan kualitas lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi, serta digitalisasi layanan publik.

Sementara itu, arah kebijakan pembangunan diarahkan pada penurunan kemiskinan dan peningkatan daya saing tenaga kerja, peningkatan nilai tambah ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, peningkatan layanan publik dan kinerja aparatur, serta pengendalian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. (DISKOMINFO)