Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Babinsa Mojosongo Berikan Penyuluhan & Pelatihan  PBB Dasar Kepada Linmas, Ini Tujuannya

Surakarta - Babinsa Kelurahan Mojosongo Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Maryadi bersama dengan Bhabinkamtibmas memberikan ...

Postingan Populer

Jumat, 05 Juni 2026

Babinsa Mojosongo Berikan Penyuluhan & Pelatihan  PBB Dasar Kepada Linmas, Ini Tujuannya

Surakarta - Babinsa Kelurahan Mojosongo Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Maryadi bersama dengan Bhabinkamtibmas memberikan materi Kamtibmas dan pelatihan PPB Dasar kepada Linmas Kel. Mojosongo kec. Jebres, Jumat (05/06/2026).

Ditegaskan Serka Maryadi kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang berikan  kepada  anggota Linmas di kelurahan Mojosongo ini bertujuan untuk menjaga stamina, disiplin  dan membentuk karakter anggota Linmas agar terbentuknya jiwa disiplin dan karakter linmas yang baik serta melatih kekompakan. 

"Selain itu juga pembinaan keterampilan baik fisik maupun  mental anggota Linmas guna mengasah kembali kemampuan yang selama ini dimiliki oleh linmas kelurahan Mojosongo."ujarnya.

"Linmas adalah ujung tombak kewilayahan dan merupakan salah satu unsur pembinaan perlawanan di wilayah  (Binwanwil) Babinsa bersama linmas dan komponen lainya memiliki tugas menjaga keamana, ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah."imbuhnya.

Di kesempatan ini Babinsa menyampaikan, dengan adanya pembinaan seperti ini, maka akan terjalin hubungan kerja yang baik dan  harmonis antara Babinsa dan Linmas, meski materi yang disampaikan berupa gerakan ketangkasan PBB dasar untuk menunjang kedisplinan serta pengetahuan wawasan kebangsaan, linmas akan belajar bagaimana tata cara hidup berbangsa dan bernegara dengan baik dan benar di tengah-tengah masyrakat, Kelurahan Mojosongo pada khususnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kalapas Kelas IIB Pasir Pangaraian Efendi Parlindungan Purba Komando Lapas PRIMA, Pelayanan PengabdianPosted on 05/06/2026 by admin



Rokan Hulu / Pasir Pengaraian.
Media Radius 102 Com.
      Bukan sekadar apel pagi. Kalapas Kelas IIB Pasir Pangaraian Efendi Parlindungan Purba turun komando kasih Perintah Harian ke seluruh jajaran 4/6/2026. “Keamanan prioritas, integritas harga mati, pelayanan bentuk pengabdian,” tegasnya.

      Kelapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Efendi Parlindungan Purba nggak cuma tanda tangan di atas kertas. Diunggah dari akun resmi Facebook Lembaga pemasyarakatan Pasir Pangaraian, Kamis (4/6-2026) Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Efendi Parlindungan Purba sampaikan, Perintah Harian langsung ke hati petugas.

      Isinya, integritas, disiplin, profesionalisme, kewaspadaan, dan pelayanan humanis ke warga binaan dan masyarakat. Buat Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Efendi Parlindungan Purba, Lapas aman itu bukan kebetulan. Hasil komando dan komitmen bareng.

      “Mari jadikan setiap poin Perintah Harian sebagai pedoman kerja. Lapas PRIMA nggak lahir dari slogan, tapi dari kerja nyata kita tiap hari,” pesan Efendi ke jajarannya.

      Kalimat penutupnya jadi pegangan, Keamanan adalah Prioritas, Integritas adalah Harga Mati, dan Pelayanan adalah Bentuk Pengabdian. Tiga pilar itu yang buat Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian tetap Lancar,Aman,Tertip dan kondusif.

       Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
          ( Ismail Marpaung ).

Satlantas Polres Cirebon Kota Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Ponpes Jagasatru

Cirebon Kota – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda terus dilakukan Satlantas Polres Cirebon Kota melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jagasatru, pada Jumat pukul 13.00 WIB hingga selesai (05/06/2026). Kegiatan ini menyasar para santri sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya melalui perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para santri, mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah nyata dalam mencegah pelanggaran dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban yang harus dipatuhi ketika ada pengawasan petugas, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat masih banyak kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian pengguna jalan dalam mematuhi aturan dasar berkendara.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya menggunakan helm berstandar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, hingga menghormati hak pengguna jalan lainnya. Langkah-langkah sederhana tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Lingkungan pesantren dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas karena para santri telah terbiasa dengan budaya kepatuhan terhadap aturan dan tata tertib. Melalui pendekatan edukatif, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan pula saat berada di jalan raya.

Selain membahas aturan lalu lintas, peserta juga diberikan gambaran mengenai berbagai risiko yang dapat timbul akibat pelanggaran, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan, menggunakan telepon genggam saat mengemudi, melawan arus, maupun mengabaikan marka dan rambu yang telah tersedia. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar para santri mampu menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan sosialisasi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan komunikasi yang terbuka dan edukatif, masyarakat dapat lebih memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat membahas berbagai contoh kasus yang sering ditemukan di jalan raya dan cara sederhana untuk menghindarinya. Edukasi yang diberikan secara langsung dinilai lebih mudah dipahami karena berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari para peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga budaya disiplin berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kota Cirebon.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. "Keselamatan di jalan raya dimulai dari kedisiplinan setiap individu dalam mematuhi aturan yang berlaku. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari sehingga dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya," ujarnya.

(Agus Hermawan)

Laka lantas Di Jalur Pantura Desa Langut Mobil Box Terguling Timpa Dua Sepeda Motor Tiga




Indramayu, Sergaptarget.com Tiga orang pesepeda motor meninggal dunia dihantam mobil box yang hilang kendali di jalur Pantura desa Langut Kecamatan Lohbener, Kamis (4/6/2026).

Awal mula kejadian berawal ketika truck box dengan nomor polisi E 8126 D yang dikemudikan, Arif Rahman Hakim warga Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon ini melaju dari arah Cirebon menuju ke arah Jakarta mengalami rem blong sehingga oleng ke kanan dan membentur median pembatas jalan.

Akibatnya, truk box mengalami oleng dan menghantam dua sepeda motor Byson dengan nopol E 3711 BP yang dikemudikan oleh Ariyanto dan sepeda motor Honda beat nopol E 4641 PBU yang dikemudikan oleh Mohammad Safaruddin dan berboncengan dengan Eko Januar Herdiansyah.

Tidak hanya melibas dua unit sepeda motor, mobil truk box yang hilang kendali itu juga menabrak mobil pick up dengan nopol E 8353 PQ yang dikemudikan oleh Suligar. Saat itu kendaraan pick up akan berputar arah di putaran depan rumah sakit Sentra Medika Langut.

Kecelakaan ini mengakibatkan tiga orang pesepeda motor mengalami luka berat dan meninggal dunia saat akan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Diperoleh informasi korban tewas adalah Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu yakni Mohammad Safaruddin dan Eko Januar Hardiansyah. Sementara, satu korban tewas lainnya bernama Ariyanto.

“Informasinya dua pegawai Dishub itu akan menghadiri acara kondangan hajatan di Langut,” jelas Aan, warga di sekitar lokasi kejadian.

Upaya evakuasi terhadap korban langsung dilakukan oleh tim kesehatan reaksi cepat dan puskesmas Kiajaran dengan melibatkan dua unit ambulans. Seluruh korban langsung dibawa ke RSUD Indramayu.

Proses evakuasi mengakibatkan kemacetan panjang di jalur Pantura Langut hingga simpang Lohbener. Kasatlantas Polres Indramayu melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut termasuk mengumpulkan bukti bukti dan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. 

(Nana. S)

Tiga Hari Berturut-turut Digempur, Polres Rohul Bongkar Jaringan Narkoba dibonai dan Kunto, Empat Terduga Ditangkap



ROKAN HULU.
Media Radius 102 Com.
      Komitmen Polres Rokan Hulu dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Rokan Hulu kembali dibuktikan. Dalam serangkaian pengungkapan kasus di wilayah Kecamatan Kunto Darussalam dan Bonai Darussalam, jajaran Polsek Kunto Darussalam bersama Satresnarkoba Polres Rokan Hulu berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku serta menyita sejumlah barang bukti narkotika.

      Pengungkapan pertama dilakukan oleh Polsek Kunto Darussalam pada Rabu (3/6/2026) di Desa Kota Intan, Kecamatan Kunto Darussalam. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua terduga berinisial L.H. dan S.E.P. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan enam paket yang diduga narkotika jenis sabu, kaca pireks, plastik klip bening, alat yang diduga digunakan untuk mengemas barang, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi.

      Pengungkapan kedua dilakukan Satresnarkoba Polres Rokan Hulu pada Kamis (4/6/2026) di kawasan kebun kelapa sawit Desa Teluk Sono, Kecamatan Bonai Darussalam. Petugas berhasil mengamankan inisial S dengan barang bukti berupa satu paket sabu dengan berat kotor 0,39 gram dan lima butir pil ekstasi dengan berat kotor 2,07 gram. Polisi juga turut mengamankan satu unit mobil dan telepon genggam milik terduga.

      Pengembangan kasus kemudian mengarah pada pengungkapan ketiga di Dusun Titian Gading, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam. Petugas berhasil mengamankan inisial S.B dan menemukan 17 paket sabu dengan berat kotor mencapai 56,79 gram beserta sejumlah alat yang diduga digunakan dalam aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

      Dari tiga pengungkapan tersebut, tim berhasil mengamankan total empat orang terduga pelaku dengan barang bukti berupa 24 paket narkotika jenis sabu, lima butir pil ekstasi, satu unit mobil, dua unit telepon genggam, serta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

      Seluruh terduga beserta barang bukti saat ini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

      Polres Rokan Hulu mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika demi menciptakan lingkungan yang aman serta bersih dari bahaya narkoba. *(Humas Polres Rohul)*


       Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
           ( Ismail Marpaung ).

DPRD indramayu Soroti Ketidaksingkronan Dan Penyusunan Formasi PPPK Untuk Guru



Indramayu, Sergaptarget.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu menyoroti tajam ketidaksinkronan regulasi dan penyusunan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru. Komisi II menemukan adanya kesenjangan data yang krusial antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Indramayu.

Carut-marut data ini mencuat saat DPRD menggelar audiensi bersama Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Kabupaten Indramayu, Disdikbud, dan BKPSDM di ruang sidang utama DPRD  Indramayu, Kamis  4/6/2026.

Krisis 5.000 Lebih Guru tapi Formasi Dikunci
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosadi, mengungkapkan bahwa Indramayu saat ini sedang mengalami krisis parah tenaga pendidik. Berdasarkan data riil Disdikbud, Indramayu kekurangan 4.044 guru SD dan 1.151 guru SMP. Jadi untuk Indramayu membutuhkan lebih dari 5.000 guru baru.

 Keterbukaan Informasi adalah Fondasi Kepercayaan dan Akselerasi Indonesia Maju
Namun, kondisi di lapangan justru kontradiktif. BKPSDM berdalih proses pengangkatan terganjal aturan pemerintah pusat karena data guru di Dapodik sekolah negeri telah dikunci sejak tahun 2023. Akibatnya, baru 188 guru yang masuk Dapodik, itu pun statusnya hanya sebagai PPPK paruh waktu.

Komisi II mendesak pemerintah daerah tidak pasif berlindung di balik aturan pusat. Kesenjangan data dan kuota inilah yang kami soroti. Komisi II akan mengawal transparansi data ini ke pemerintah pusat agar regulasi PPPK membuka peluang yang sama bagi guru swasta,” tegas Imron Rosadi, Kamis 4/6/2026.

DPRD menilai pemerintah pusat perlu didesak agar sekolah swasta tidak kehilangan tenaga pengajar berkualitas akibat ditarik ke sekolah negeri setelah mereka dinyatakan lolos menjadi PPPK.

PGSI Desak Perda Perlindungan Guru Swasta
Merespons ketidakpastian ini, PGSI Kabupaten Indramayu mendesak pemerintah daerah memberikan porsi yang adil bagi guru swasta dalam pengisian kekosongan formasi. Tidak hanya itu, PGSI juga mendorong DPRD Indramayu untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Kesejahteraan Guru Swasta yang selama ini dinilai vakum.

 
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Nurhayati, memastikan seluruh aspirasi PGSI telah dicatat dan siap ditindaklanjuti secara kelembagaan. DPRD akan segera memanggil perangkat daerah terkait guna mengkaji kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami mendukung penuh perjuangan PGSI, termasuk mengawasi dan memperjuangkan pengaktifan tunjangan daerah bagi guru honorer maupun guru swasta. Tentunya, langkah ini akan tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” pungkas Nurhayati. 

(Nana. S)

Kamis, 04 Juni 2026

Dana Reses DPRD Indramayu Tahun Anggaran 2026 Naik Sekitar 1,5 M di Tengah Efisiensi Anggaran




 Indramayu, Sergaptarget.com
Dana Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu tahun 2026 tercatat naik hingga mencapai Rp1,5 miliar.

Ditahun 2025, dana untuk reses 50 anggota DPRD tercatat sekitar Rp7,9 miliar. Namun pada tahun 2026 ini meningkat hingga Rp9,4 miliar persisnya Rp 9.425.295.400. Padahal pemerintah pusat sedang menganjurkan efesiensi anggaran.

Dari hasil reses anggota dewan dan kunjungan langsung dilapangan pada konstituen diwilayah daerah pemilihan masing-masing tersebut, anggota dewan menampung keluhan masyarakat yang dikunjungi dan kemudian dicatat sebagai masukan POKIR (Pokok Pikiran) anggota DPRD Indramayu atau yang lazim dikenal sebutan proyek aspirasi dewan.

Sayangnya, niat tulus rakyat yang mengusulkan keluhan ke anggota dewan terkait aspirasinya itu, diduga terjadi penyimpangan yang bertentangan dengan hukum karena diduga kuat POKIR atau proyek aspirasi dewan diperjualbelikan ke kontraktor atau kerabat anggota legeslatif tersebut.

Salah satu sumber, NR (53) Warga Indramayu mengaku mendapat jatah pekerjaan proyek aspirasi dewan (POKIR) dengan cara membayar sekitar 17 persen.

“Kita sudah DP untuk mendapat proyek aspirasi dewan sejak Maret 2026, kita diminta bayar DP Rp34 juta untuk proyek POKIR senilai Rp200 juta. Jadi kalau dihitung, sekitar 17 persen,” ungkap sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum jika POKIR itu diperjualbelikan. Hampir mayoritas anggota dewan yang dapat proyek aspirasi dikomersialkan.

Ketua Warung Nusantara 88 (WN 88) Kabupaten Indramayu, Ahmad Nur Irsyad mengaku prihatin atas munculnya dugaan jual beli proyek POKIR milik anggota dewan Indramayu.

“Saya juga mendengar ada kabar POKIR yang dijualbelikan. Ini sangat ironis dan menyedihkan. Niat tulus rakyat yang mengusulkan wilayahnya dibangun, namun disalahgunakan wakil rakyat (DPRD) dikomersialkan. Ini perlu diungkap publik dan diharap APH turun tangan,” jelas lelaki kritis yang akrab dipanggil Irsad.

Menurutnya, dana APBD tahun 2026 puluhan miliar untuk proyek aspirasi dewan dinilai menyimpang dan sudah mengarah pada tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Logikanya, jika proyek aspirasi dewan dijual, misal 15 persen, maka para pengusaha, kontraktor atau kerabatnya yang mengerjakan bisa dipastikan mengurangi volume pekerjaan, pengusahakan cari untung? Jadi berapa persen yang dikerjakan dilapangan? Ini jelas rakyat Indramayu yang dirugikan,” tegas Irsad.

Irsad bertekad akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan KKN dengan modus jual beli POKIR, selanjutnya akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti di proses sesuai hukum yang berlaku.

Ketua Forum Peduli Indramayu, (FPI), Masdi menjelaskan, Reses adalah masa di mana anggota dewan (DPR atau DPRD) melakukan kegiatan di luar masa sidang, biasanya untuk kembali ke daerah pemilihannya (Dapil) guna bertemu langsung dengan masyarakat.

Tujuannya adalah untuk mendengarkan dan menampung aspirasi serta keluhan warga, yang kemudian akan diperjuangkan menjadi program pemerintah, salah satunya POKIR.

“Jika ini benar terjadi adanya dugaan jual beli proyek POKIR, ini sangat melukai hati rakyat khususnya masyarakat yang mendukungnya jadi anggota dewan. Niat tulus rakyat dibayar dengan pengkhianatan dan memperkaya diri sendiri. Ini sama saja memanfaatkan hasil Reses,” kritik Masdi.

Masdi juga menyoroti kenaikan angka dana Reses menjadi 9,4 miliar dari tahun sebelumnya Rp7,9 miliar dalam posisi adanya himbauan efesiensi anggaran, menyedihkan,” kata Masdi.

Menurutnya, besarnya dana Reses ini perlu didalami karena tidak sebanding dengan acara yang diadakan. Untuk apa saja anggaran itu digunakan, karena praktik dilapangan, Reses anggota dewan tersebut acaranya biasa-biasa saja hanya dihadiri puluhan masyarakat, bahkan ada yang dilaksakan di halaman rumah pendukungnya.

Wakil ketua DPRD indramayu H. Sirojudin ketika dihubungi oleh salah seorang awak media melalui pesan whatshap terkait dana reses dan jual beli POKIR tidak merespon.

(Nana. S)

Sidang Kasus Pembunuhan di Paoman Indramayu Masih Bergulir Dengan Pembuktian Rekaman CCTV di TKP




Indramayu, Sergaptarget.com Persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali diwarnai sengketa pembuktian rekaman CCTV Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sidang kali ini Kuasa hukum terdakwa Ririn Rifanto Toni RM, secara tegas mempertanyakan kondisi rekaman CCTV dari toko bangunan yang mengarah langsung ke rumah korban—yang justru terlihat lompat-lompat, terpotong, dan tidak utuh saat diputar di persidangan.

Menurut Toni RM, CCTV tersebut sejatinya merupakan barang bukti krusial yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), selain rekaman dari hotel dan agen BRILink yang sudah ditampilkan jaksa.

Namun, versi yang disodorkan penyidik dan diputar di pengadilan bukan rekaman lengkap, melainkan berupa potongan-potongan yang menghilangkan rangkaian waktu penting sebelum, saat, dan sesudah peristiwa 28–30 Agustus 2025 lalu.

“Mengapa rekaman CCTV TKP ini terputus-putus, melompat dari satu waktu ke waktu lain tanpa sambungan yang jelas? Padahal posisinya menghadap pintu depan rumah korban. Kalau diputar utuh, pasti terlihat siapa saja yang keluar–masuk, jam berapa kendaraan datang, dan momen pengangkatan jenazah,” tegas Toni RM usai sidang, Rabu (3/5/2026).

Hingga kini, jaksa penuntut umum baru memutar CCTV hotel dan BRILink. Sementara rekaman toko bangunan yang dianggap kunci pembuktian belum ditampilkan secara penuh—meski tercantum sah sebagai barang bukti nomor tiga dalam berkas perkara. Toni menegaskan kondisi yang “lompat-lompat” itu rawan menimbulkan tafsir keliru dan bisa mengaburkan jejak keberadaan pihak lain yang diduga terlibat selain kedua kliennya.

“Kalau memang ingin mengungkap kebenaran, majelis harus memerintahkan penyidik menyerahkan dan memutar rekaman utuh, tanpa potongan, tanpa lompatan waktu.
Kami curiga ada bagian yang sengaja disembunyikan karena berisi fakta yang bisa meringankan klien kami atau menunjukkan pelaku lain,” tandas Toni RM, yang akan mendesak hakim memerintahkan pemutaran versi lengkap di sidang berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyidik maupun jaksa belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan rekaman yang terpotong dan hilang durasi tersebut. Persidangan kasus pembunuhan yang menewaskan lima anggota keluarga itu masih berlanjut di Pengadilan Negeri Indramayu dengan agenda pembuktian.

(Nana. S)

Tiga Orang Korban Tewas di Tempat Akibat Tertimpah mobil Truk


 
Indramayu, Radius102.com - Telah terjadi Kecelakaan Di Jalur Pantura tepatnya di Depan Rumah Sakit Sentra Medika Langut Kecamatan Lohbener pada Pukul 13.45 Wib , Kamis 04 Juni 2026 .

Mobil Truk tersebut menimpa 2 pengendara Motor, yang dikatui oleh salah satu warga yang membantu eksekusi Korban . Diketahui Korban berjumlah 3 Orang yang mana Ke 3 Korban tersebut tewas di Tempat

" Terjadi Kecelakaan Mobil yang terguling dan menimpa pesepedah motor dan korbannya itu ada 3 orang yang mana ke 3 korban tersebut dinyatakan meninggal dan untuk pastinya kejadiannya saya tidak tau karena pada saat saya sampai di situ sudah terjadi Kecelakaan dan membantu mengesekusi korban untuk dibawa ke rumah sakit menurut saksi mata di tempat kejadian dekat pangkalan ojek
Adapun pengamanan langsung turun dari Polsek Lohbener Kabupaten Indramayu Beserta Puskesmas Kiajaran yang membantu eksekusi Korban menuju RSUD Indramayu.

Sampai Berita ini di turunkan belum. Diketahui penyebab Pasti yang terjadi Pada insiden maut yang merenggut nyawa 3 korban .

( Fonny/MHR Kabiro )

Remaja Ditemukan Meninggal di Rumah, Diduga Akibat Sengatan Listrik

Cirebon Kota – Peristiwa meninggalnya seorang remaja terjadi pada Kamis (04/06/2026) sekitar pukul 12.15 WIB di Kampung Cantilan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Seorang laki-laki berinisial A.G. (18) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area tempat cuci rumah dan diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit SH MH menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan area kejadian, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban A.G. merupakan laki-laki berusia 18 tahun yang berdomisili di Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di area tempat cuci rumah sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Saksi pertama, Nurhaeli (54), perempuan, ibu rumah tangga, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 11.00 WIB dirinya keluar rumah untuk mengambil makanan bergizi gratis di sekolah dan saat itu korban masih berada di rumah dalam kondisi normal. Sekitar pukul 11.30 WIB dirinya kembali ke rumah dan sempat mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban dari korban sehingga memutuskan masuk melalui pintu belakang rumah. Setelah masuk, ia melihat korban sudah tergeletak dan langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Saksi kedua, Ifan Afandi (67), laki-laki, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 11.30 WIB dirinya mendengar keramaian dari rumah korban. Saat mendatangi lokasi, ia melihat korban sudah tergeletak di area tempat cuci. Saksi juga melihat kabel listrik pada lampu rumah dalam kondisi terlepas sehingga segera mengambil tindakan dengan memutus sambungan listrik guna menghindari kemungkinan adanya korban lain akibat aliran listrik yang masih aktif.

Saksi ketiga, Sahrum (52), laki-laki, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa dirinya mendengar teriakan minta tolong dari ibu korban yang rumahnya berada tepat berhadapan. Setelah mendatangi rumah korban, ia melihat korban sudah terbaring di area kamar mandi dan kemudian bersama warga lainnya membantu mengangkat korban untuk diberikan pertolongan. Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, namun kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi saat korban berada seorang diri di rumah. Dugaan sementara mengarah pada kecelakaan akibat sengatan listrik yang terjadi di sekitar area tempat cuci, meskipun penyebab pasti tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pendalaman keterangan yang diperoleh petugas.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan langkah-langkah penanganan berupa pengecekan tempat kejadian perkara, pendataan identitas korban dan para saksi, dokumentasi, serta koordinasi dengan petugas identifikasi untuk memastikan seluruh fakta di lapangan terdokumentasi dengan baik sebagai bahan penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena kecelakaan akibat listrik masih menjadi salah satu penyebab kematian yang dapat terjadi secara tiba-tiba di lingkungan rumah tangga. Instalasi listrik yang kurang terawat, kabel yang rusak, sambungan tidak sesuai standar, maupun penggunaan peralatan listrik di area yang lembap dapat meningkatkan risiko terjadinya sengatan listrik yang berbahaya.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik di rumah berada dalam kondisi baik dan sesuai standar keselamatan. “Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, dan peralatan listrik yang digunakan sehari-hari. Segera perbaiki atau ganti instalasi yang rusak, hindari penggunaan kabel yang terkelupas, serta jangan menggunakan peralatan listrik dengan tangan basah atau di area yang berisiko terkena air. Kewaspadaan terhadap instalasi listrik sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya.

(Agus Hermawan)

Ciptakan Lingkungan Bebas Sampah, Anggota Koramil 04/Jebres Berikan Sosialisasi Pengolahan & Pilah Sampah Kepada Warga

Surakarta - Semangat menjaga lingkungan tumbuh kuat di tengah masyarakat, Kelurahan tegalharjo Melalui pendampingan yang dilakukan  Babinsa Tegalharjo Serka Joko Riyanto bersama Bati Komsos Koramil 04/Jebres Pelda Rudi Hariyono serta Lurah Tegalharjo ibu Yolla marrins S.STP dan Dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Surakarta Bp. Yustinus triatmo Nugroho S. Sos , warga mendapatkan edukasi langsung mengenai pengolahan sampah organik dan non organik menjadi pupuk yang bermanfaat, Rabu (3/06/2026).

Kegiatan yang menghadirkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) Kota Surakarta tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme warga. Sosialisasi ini tidak hanya membahas persoalan sampah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat limbah rumah tangga sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Edukasi Pengolahan Sampah untuk Lingkungan Lebih Sehat, Bati komsos Koramil 04/Jebres Pelda Rudi Hariyono menjelaskan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. 

Menurutnya, langkah sederhana tersebut menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ia menerangkan bahwa sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah melalui proses sederhana menjadi pupuk kompos, pakan ternak (maggot),pupuk cair/ECO enzym dll ,Sementara itu, sampah non organik diarahkan untuk dipilah dan didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Pengelolaan sampah yang benar akan membantu mengurangi pencemaran sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar pelda Rudi Hariyono.

Kehadiran Babinsa Serka Joko riyanto hadir menjadi bentuk nyata dukungan TNI terhadap program pemerintah kota Surakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengamanan kegiatan, tetapi juga membangun kedekatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya hidup bersih.
 
Edukasi semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mampu memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan bermanfaat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga terlihat aktif bertanya terkait cara pengolahan sampah rumah tangga hingga teknik pembuatan pupuk kompos yang mudah diterapkan di lingkungan masing-masing.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Piket Koramil 03/Serengan Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam & Pemantauan Wilayah

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serka Priyanto bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli malam dan pemantauan wilayah Kecamatan Serengan, Rabu (03/06/2026).

Serka Priyanto menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan, dan keamanan wilayah dengan penuh seksama, dan  patut diwaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  Himbauan kepada warga , juga untuk menjalin silahturahmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket Koramil 03/Serengan."imbuhnya.

"Kami berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing-masing agar situasi tetap Aman dan kondusif."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Tak Kuat Menahan Takut, Priyo Disebut Menangis Setiap Malam di Dalam Tahanan


Radius102.com, Indramayu – Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Salah satu terdakwa, Priyo, disebut mengalami ketakutan yang luar biasa selama berada di dalam ruang tahanan.

Keterangan tersebut disampaikan oleh terdakwa Ririn Rifanto saat menjalani pemeriksaan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (3/6/2026).

Menurut Ririn, hampir setiap malam Priyo menangis karena mengaku sering mendengar suara-suara misterius dan melihat bayangan yang membuatnya tidak bisa tenang.

"Dia itu selalu dihantui. Setiap malam dia nangis. Katanya sering ada suara banyak orang, dan juga dihantui bayangan," ungkap Ririn saat menjawab pertanyaan kuasa hukumnya di ruang sidang.

Pernyataan itu sontak menarik perhatian para pengunjung sidang. Suasana ruang persidangan yang sebelumnya berlangsung serius seketika dipenuhi bisik-bisik para hadirin yang menyimak pengakuan tersebut.
Ririn menggambarkan kondisi Priyo yang kerap dilanda ketakutan saat malam hari di dalam tahanan. Bahkan, menurutnya, suara-suara yang didengar Priyo seolah berasal dari banyak orang yang datang bersamaan, sementara bayangan-bayangan yang dilihatnya membuat rasa cemas dan takut terus menghantuinya.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu fakta yang mencuat dalam persidangan dan menambah daftar keterangan menarik yang terungkap selama proses pemeriksaan para terdakwa kasus pembunuhan yang menyita perhatian masyarakat Indramayu tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi psikologis Priyo maupun penyebab munculnya suara dan bayangan yang diceritakannya selama berada di dalam tahanan.

(Fony)

Polisi Sahabat Masyarakat, Polres Kuningan, Terapkan Teguran Humanis di Lapangan


 
KUNINGAN – Kepolisian Resor (Polres) Kuningan terus mengedepankan semangat "Polisi Sahabat Masyarakat" dalam setiap tugas kepolisian. Salah satu bentuk nyatanya adalah penerapan pendekatan humanis dan pembinaan kepada warga, terutama saat menghadapi pelanggaran ringan di jalan raya maupun tempat umum.
 
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa penegakan hukum tidak harus selalu dilakukan dengan tindakan tegas secara langsung. Petugas di lapangan diarahkan untuk lebih mengutamakan teguran, penjelasan, dan edukasi terlebih dahulu agar masyarakat memahami pentingnya mematuhi aturan.
 
"Prinsip kami adalah hadir melayani dan melindungi. Untuk pelanggaran yang sifatnya ringan, tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain, kami utamakan teguran yang santun dan penuh pengertian. Tujuannya agar kesadaran hukum tumbuh dari hati nurani, bukan hanya karena takut dikenakan sanksi," ungkap Kapolres saat ditemui di Mapolres Kuningan.
 
Penerapan cara ini banyak dilakukan dalam kegiatan operasi lalu lintas maupun patroli rutin. Misalnya, kepada pengendara yang lupa membawa surat kendaraan atau tidak menggunakan perlengkapan standar secara tidak sengaja, petugas akan memberikan penjelasan dan imbauan, bukan langsung menindak tegas.
 
Warga Kuningan menyambut baik pendekatan tersebut. Mereka merasa dihargai dan hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi semakin akrab. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap menegaskan bahwa untuk pelanggaran berat yang berisiko menimbulkan kecelakaan atau kerugian, penindakan hukum tetap dilakukan secara tegas namun tetap beradab.
 
Dengan cara ini, diharapkan tercipta suasana yang harmonis, tertib, dan aman di wilayah hukum Polres Kuningan, serta memperkuat citra polisi sebagai sahabat dan pelindung masyarakat.

(Agus Hermawan)

Polres Indramayu Raih Penghargaan Kapolri atas Capaian IKPA Sempurna 100



Indramayu, Sergaptarget.com
Polres Indramayu menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilannya meraih nilai sempurna 100 pada Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Polres Indramayu diwakili langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang yang didampingi Kasikeu Polres Indramayu IPDA Tantan Hadianto.

Pemberian penghargaan tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/722/VI/KEU./2026 tanggal 26 Mei 2026 tentang pemberitahuan pelaksanaan Rakernis Fungsi Keuangan Polri Tahun Anggaran 2026, sekaligus menjadi bagian dari evaluasi dan apresiasi terhadap satuan kerja yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan anggaran secara optimal.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasikeu Polres Indramayu IPDA Tantan Hadianto menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel, efektif, dan efisien.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam mendukung terwujudnya Polri Presisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian nilai IKPA sempurna tersebut diharapkan dapat dipertahankan dan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Polres Indramayu untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pengelolaan anggaran yang profesional dan bertanggung jawab.

Dengan penghargaan ini, Polres Indramayu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang baik sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

(Nana. S)

Dana Reses Rp9,4 Miliar Direkayasa, Proyek Aspirasi Dewan Diduga Diperj ualbelikan



INDRAMAYU-
Radius102.Com
Dana Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu tahun 2026 tercatat naik hingga mencapai Rp1,5 miliar.

Ditahun 2025, dana untuk reses 50 anggota DPRD tercatat sekitar Rp7,9 miliar. Namun pada tahun 2026 ini meningkat hingga Rp9,4 miliar persisnya Rp 9.425.295.400. Padahal pemerintah pusat sedang menganjurkan efesiensi anggaran.

Dari hasil reses anggota dewan dan kunjungan langsung dilapangan pada konstituen diwilayah daerah pemilihan masing-masing tersebut, anggota dewan menampung keluhan masyarakat yang dikunjungi dan kemudian dicatat sebagai masukan POKIR (Pokok Pikiran) anggota DPRD Indramayu atau yang lazim dikenal sebutan proyek aspirasi dewan. 

Sayangnya, niat tulus rakyat yang mengusulkan keluhan ke anggota dewan terkait aspirasinya itu, diduga terjadi penyimpangan yang bertentangan dengan hukum karena diduga kuat POKIR atau proyek aspirasi dewan diperjualbelikan ke kontraktor atau kerabat anggota legeslatif tersebut.

Salah satu sumber Intijayakoran.com, NR (53) Warga Indramayu mengaku mendapat jatah pekerjaan proyek aspirasi dewan (POKIR) dengan cara membayar sekitar 17 persen.

"Kita sudah DP untuk mendapat proyek aspirasi dewan sejak Maret 2026, kita diminta bayar DP Rp34 juta untuk proyek POKIR senilai Rp200 juta. Jadi kalau dihitung, sekitar 17 persen," ungkap sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum jika POKIR itu diperjualbelikan. Hampir mayoritas anggota dewan yang dapat proyek aspirasi dikomersialkan.

Ketua Warung Nusantara 88 (WN 88) Kabupaten Indramayu, Ahmad Nur Irsyad mengaku prihatin atas munculnya dugaan jual beli proyek POKIR milik anggota dewan Indramayu.
"Saya juga mendengar ada kabar POKIR yang dijualbelikan. Ini sangat ironis dan menyedihkan. Niat tulus rakyat yang mengusulkan wilayahnya dibangun, namun disalahgunakan wakil rakyat (DPRD) dikomersialkan. Ini perlu diungkap publik dan diharap APH turun tangan," jelas lelaki kritis yang akrab dipanggil Irsad.

Menurutnya, dana APBD tahun 2026 puluhan miliar untuk proyek aspirasi dewan dinilai menyimpang dan sudah mengarah pada tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Logikanya, jika proyek aspirasi dewan dijual, misal 15 persen, maka para pengusaha, kontraktor atau kerabatnya yang mengerjakan bisa dipastikan mengurangi volume pekerjaan, pengusahakan cari untung? Jadi berapa persen yang dikerjakan dilapangan? Ini jelas rakyat Indramayu yang dirugikan," tegas Irsad.

Irsad bertekad akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan KKN dengan modus jual beli POKIR, selanjutnya akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti di proses sesuai hukum yang berlaku.

Ketua Forum Peduli Indramayu, (FPI), Masdi menjelaskan, Reses adalah masa di mana anggota dewan (DPR atau DPRD) melakukan kegiatan di luar masa sidang, biasanya untuk kembali ke daerah pemilihannya (Dapil) guna bertemu langsung dengan masyarakat.

Tujuannya adalah untuk mendengarkan dan menampung aspirasi serta keluhan warga, yang kemudian akan diperjuangkan menjadi program pemerintah, salah satunya POKIR.

"Jika ini benar terjadi adanya dugaan jual beli proyek POKIR, ini sangat melukai hati rakyat khususnya masyarakat yang mendukungnya jadi anggota dewan. Niat tulus rakyat dibayar dengan pengkhianatan dan memperkaya diri sendiri. Ini sama saja memanfaatkan hasil Reses," kritik Masdi.

Masdi juga menyoroti kenaikan angka dana Reses menjadi 9,4 miliar dari tahun sebelumnya Rp7,9 miliar dalam posisi adanya himbauan efesiensi anggaran, menyedihkan," kata Masdi.

Menurutnya, besarnya dana Reses ini perlu didalami karena tidak sebanding dengan acara yang diadakan. Untuk apa saja anggaran itu digunakan, karena praktik dilapangan, Reses anggota dewan tersebut acaranya biasa-biasa saja hanya dihadiri puluhan masyarakat, bahkan ada yang digelar cukup di teras rumah pendukungnya dulu yang tidak membutuhkan biaya besar.

"Jangan sampai dana Reses ini disalahgunakan yang berpotensi pada tindakan korupsi. Kami mencium ada dugaan rekayasa pada penggunaan dana Reses," ujar Masdi kritis.

Wakil Ketua DPRD Indramayu, H. Sirojudin yang dikonfirmasi wartawan, Rabu malam (3/6/2026) pukul 21.18 belum merespon. Awak media ini yang menghubungi lewat pesan WhatsApp terkait dugaan rekayasa dana Reses dan dugaan jual beli POKIR tidak dijawab. (Fonny/MHR Kabiro)

Rabu, 03 Juni 2026

Daniel Mutaqien Syafiuddin ST Undur Diri Dari Pemuda Pancasila Indramayu



Indramayu,Radius102. Com Dinamika Organisasi Masyarakat (Ormas) selalu dinamis seiring perkembangan jaman, sebagai Ormas terbesar dan memiliki anggota yang militan, MPC Pemuda Pancasila Indramayu menjadi salah satu contoh Ormas yang cukup disegani karena selaras dengan dinamika politik.

Sementara, untuk menjaga marwah, integritas dan netralitas organisasi yang dipimpin oleh H. Daniel Mutaqien Syafiuddin ST, akan mengalami pergantian pucuk Pimpinan MPC Pemuda Pancsola.Indramayu.

Daniel sudah mengajukan surat pengunduran dirinya ke MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, mengingat dirinya saat ini telah dinyatakan sah terpilih Menjadi Ketua DPD Partai.Golkar Jabar pada Musda awal Mei lalu..

Dalam Pernyataannya dihadapan media, Daniel mengaku dirinya sudah menjabat Ketua MPC Pemuda Pancasila Indramayu sejak 2007 dan dirinya ingin ada regenerasi kepemimpinan ditubuh Ormas PP tersebut. Selain itu, Daniel ingin lebih fokus Pimpin Partai Golkar Jawa Barat, 

Sementara Daniel yang tidak tidak ingin memjadi menghambat roda organisasi PP Indramayu menyerahkan mekanisme pergantian kepemimpinan pada pengurus dan kader MPC Pemuda Pancasila Indramayu.

"Yang jelas saya sebetulnya berat meninggalkan PP Indramayu, namun saya memiliki tanggungjawab besar dan amanah baru sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, sehingga saya tidak ingin menjadi penghambat roda organisasi yang telah membesarkan saya" ungkap Daniel.

Sementara, berdasarkan rumor yang beredar dikalangan pengurus dan kader MPC Pemuda Pancasila Indramayu, calon pengganti Daniel adalah Ramadhin Listya Wimana atau akrab dipanggil dengan sapaan akrab Tyo. 

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi awak media, Tyo mengaku terkejut dengan pengunduran diri Daniel Mutaqien dan mendengar rumor dirinya dari para kader akan menjadi Plt Ketua MPC Pemuda Pancasila.Indramayu.

Namun demikian, sebagai kader yang militan Tyo mengaku siap menjalankan amanah organisasi bila dirinya dipercaya menjadi Plt. Ketua MPC Pemuda Pancasila Indramayu.( Fonny/MHR Kabiro)

Kapolsek Rokan IV Koto Bersama Forkopimcam Tegaskan Komitmen Pencegahan Karhutla melalui Apel Siaga



ROKAN IV KOTO.
Media Radius 102 Com.
      Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla tingkat Kecamatan Rokan IV Koto yang digelar di Lapangan Kantor Camat Rokan IV Koto, Rabu (3/6/2026).

      Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.40 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Camat Rokan IV Koto Alfarid Toha, S.P., M.IP dan diikuti unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, kepala desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perwakilan perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Rokan IV Koto.

      Kehadiran Polsek Rokan IV Koto dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta edukasi kepada masyarakat.

      Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat.

      "Upaya pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi seluruh pihak agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini," ujarnya.

      Dalam amanat pimpinan apel, seluruh unsur Forkopimcam, perusahaan, dan elemen masyarakat juga diajak untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Rokan IV Koto.

      Selain pelaksanaan apel, kegiatan juga dilanjutkan dengan pengecekan peralatan pemadaman Karhutla dan simulasi penanganan kebakaran guna memastikan kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menghadapi potensi keadaan darurat.

      Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga wilayah Kecamatan Rokan IV Koto agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

      Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.20 WIB dan berlangsung dengan aman, tertib, serta kondusif. *(Humas Polres Rohul)*


       Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
           ( Ismail Marpaung ).

DLH Kabupaten Cirebon Kuras TPS Pasar Minggu


KABUPATEN CIREBON — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon melakukan pengurasan besar-besaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Minggu, Kecamatan Palimanan, Rabu (3/6/2026).

Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah, sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan pihaknya mengerahkan satu alat berat, tujuh armada dump truck, dan dua armada truk amrol guna mempercepat proses pengangkutan sampah di lokasi.

“Alhamdulillah, pada hari ini kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengadakan pengurasan di TPS Pasar Minggu. Kami mengerahkan tujuh armada dump truck, dua armada truk amrol, dan satu alat berat,” ujar Dede.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen DLH dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung kenyamanan aktivitas ekonomi di kawasan pasar.

“Mudah-mudahan dengan pengurasan ini Pasar Minggu akan menjadi lebih nyaman,” katanya.

Selain melakukan pengangkutan sampah, DLH juga mendorong pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas pasar.

Dede menilai, sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan pakan maggot, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Saya lihat sampah pasar di Pasar Minggu ini banyak sekali sampah organiknya, sehingga dapat bermanfaat untuk menjadi bahan pakan maggot,” ungkapnya.

Sejak pagi, alat berat tampak bekerja mengeruk tumpukan sampah dan memindahkannya ke armada pengangkut yang telah disiagakan. Proses pembersihan berlangsung lancar di tengah aktivitas pasar.

Dengan dikerahkannya alat berat dan sembilan armada pengangkut, tumpukan sampah di TPS Pasar Minggu kini berangsur berkurang.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih tertata, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik secara produktif dan berkelanjutan. (DISKOMINFO)

PT S.A.I.Paparkan Kronologi Penanganan Warga yang Diamankan Saat Dugaan Pencurian TBS


ROKAN HULU 
Media Radius 102 Com.
       PT Sawit Asahan Indah (S.A.I) memaparkan kronologi penanganan terhadap SR, warga Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, yang diamankan petugas keamanan perusahaan saat diduga melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di area perkebunan PT SAI pada Selasa (2/6/2026).

       CDO PT.S.A.I, Ilka Iskandar, menjelaskan bahwa setelah diamankan, SR mengeluhkan rasa sakit di bagian dada. Menanggapi keluhan tersebut, petugas langsung mengambil langkah untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan melalui pemeriksaan medis.

       “Pada saat diamankan, yang bersangkutan mengeluhkan sakit di bagian dada. Karena itu kami segera membawanya ke Polibun SAI untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan kondisi kesehatannya,” ujar Ilka.

       Menurutnya, hasil pemeriksaan awal yang dilakukan di Polibun SAI menunjukkan kondisi SR dalam keadaan normal. Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi yang bersangkutan secara lebih menyeluruh.

       “Untuk memastikan lebih lanjut, kami kemudian membawanya ke RS Awal Bros Ujung Batu untuk menjalani pemeriksaan rontgen dan hasilnya juga baik. Bahkan atas permintaan pihak keluarga dilakukan pemeriksaan CT Scan, dan hasilnya juga menunjukkan kondisi yang baik,” jelasnya.

       Ilka menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan SR setelah diamankan di area perkebunan.

       Menurutnya, sejak awal perusahaan mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan setiap orang yang berada dalam penanganan petugas, termasuk memastikan akses terhadap layanan kesehatan apabila diperlukan.

       “Kami berupaya memastikan kondisi yang bersangkutan benar-benar dalam keadaan baik. Karena itu pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari fasilitas kesehatan perusahaan hingga rumah sakit, sehingga kondisi kesehatannya dapat diketahui secara pasti,” tambahnya.

       Pihak perusahaan juga menyatakan siap memberikan keterangan dan bekerja sama dengan pihak berwenang apabila diperlukan dalam proses lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

       Sebelumnya, SR mengaku mengalami tindakan kekerasan saat diamankan oleh petugas keamanan perusahaan. Namun demikian, PT SAI menegaskan bahwa langkah yang dilakukan setelah yang bersangkutan mengeluhkan sakit dada adalah memberikan penanganan kesehatan dan memastikan kondisinya melalui serangkaian pemeriksaan medis.

       Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan penganiayaan yang disampaikan SR. Sementara itu, PT SAI menyatakan tetap berkomitmen menjalankan prosedur penanganan yang mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.


        Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
           ( Ismail Marpaung ).